Mustahil......
aku tidak percaya
tidak percaya.....
kenapa ini semua terjadi, kenapa ini semua terjadi padaku
tiada lagi air mata untuk menagisi semua ini
tada lagi kebahagian di hati
tiada lagi harapan ...
musnah......
semua nya musnah
Tuhan....kenapa kau ambil dia
kenapa kau cabut nyawanya
kenapa..kenapa
hati bagaikan disayat sembilu
hancur semua harapan
hancur semua impian
hanya tinggal kenangan
Tuhan....gantikan lah jiwa ku ini
gantikanlah tubuh ini
hanya untuk dia
jika dia bukan miliku kenapa dia hadir
jika dia hanya membawa derita kenapa kau antarkan dia disisiku Tuhan
hanya satu pintaku padamu
apapun bentuk dari semua keadaan
kuatkan lah imanku padamu
walau jiwa hancur lebur walau hatiku telah hancur
Fadia Aulia, 1 Mei 2019
Tuesday, April 30, 2019
Telinga Besar
siang malam trus berganti
suara ayam dan suara jangkrik
suara anjing menggonggong
suara hati pun iba
terdengar kata tetangga
terdengar kata mereka
ih......
ah......masa iya
lalu....
kesini kesana....
aku bingung...bingung sebingung nya
gosip merajarela nyata pun sirna
oh......
pilu hati ku pilu
seakan mulut besar berkuasa
aku diam dan terus diam hanya telinga berdengung
suara hati oh suara hati...
maraung lah kau setingginya namun ingat jatuh kau sedalam dalamnya
dimana kebenaran seakan kau tiada
yang lemah ditindas yang kuat seenaknya
perih hati perih sungguh perih
seakan mau menjerit pada siapa akan bertanya
mulut besar ......
kesana kesini kau sampaikan
cerita satu kau jadikan sepuluh
tiada kau adakan
oh......
dunia
inilah rupanya kau
telinga dengarlah...
namun jangan lupa sirnakan yang salah betulkan yang benar.
Fadia Aulia, 30 April 2019
suara ayam dan suara jangkrik
suara anjing menggonggong
suara hati pun iba
terdengar kata tetangga
terdengar kata mereka
ih......
ah......masa iya
lalu....
kesini kesana....
aku bingung...bingung sebingung nya
gosip merajarela nyata pun sirna
oh......
pilu hati ku pilu
seakan mulut besar berkuasa
aku diam dan terus diam hanya telinga berdengung
suara hati oh suara hati...
maraung lah kau setingginya namun ingat jatuh kau sedalam dalamnya
dimana kebenaran seakan kau tiada
yang lemah ditindas yang kuat seenaknya
perih hati perih sungguh perih
seakan mau menjerit pada siapa akan bertanya
mulut besar ......
kesana kesini kau sampaikan
cerita satu kau jadikan sepuluh
tiada kau adakan
oh......
dunia
inilah rupanya kau
telinga dengarlah...
namun jangan lupa sirnakan yang salah betulkan yang benar.
Fadia Aulia, 30 April 2019
Sunday, April 28, 2019
kenangan
kerikil jalan
kecil jalan yang ku tempuh penuh duri
jalan jalan ke ujung jalan
penuh dengan lumpur dan tanah liat
inilah jalanku
jalan jalan ke pangkal jalan
hanya terlihat lubang lubang jalan yang penuh genangan air
inilah desaku
aku dibesarkan dikampung itulah desaku
berharap dan terus berharap agar jalanku
jalan yang itu
ya itu....
kamu tau aku juga tau semua orang tau
tapi tidak mau tau itu lah jalan ku
semua tentang dirimu
semua tentang dirimu
kau bagaikan angin ketikaku kepanasan
kau bagaikan air disaatku sedang kehausan
tapi kala ku sedang bingung tiada kejelasan
aku tersipu malu mataku berlinag penuh lumuran air terus dan terus mengalir
sungai meluap danau mengering
memang aku memang bingung...
cari dan selalu terusku cari
aku kehilang dirimu...
yang dulu selalu hadir disaatku membutuhkanmu
kini hnya untaian padi yang penuh kekosongan
aku sadar dirimu hanyalah sebatas angin dan air
Fadia Aulia, 28 April 2019